KA Malabar, Sang Kereta Api Tiga Kelas

Tidak terasa saat ini kita sudah berada di penghujung Bulan April. Banyak kenangan-kenangan, pengalaman, dan mungkin hal-hal lainnya yang terjadi selama tiga puluh hari terakhir ini. Sebelum menutup akhir dari Bulan April ini, Thecocopost.id ingin mengulas salah satu kereta api yang beroperasi di Daerah Operasional (Daop) II Bandung dan Daerah Operasional (Daop) VIII Surabaya.

Tepatnya hari ini, 30 April 2018, Kereta Api Malabar genap berusia 1 windu (8 tahun). Kereta api yang dioperasikan oleh Daop II Bandung dan Daop VIII Surabaya ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 silam.

Kereta Api Malabar adalah salah satu kereta api yang menurut Thecocopost.id sangat unik. Berbeda dengan klasifikasi kereta pada umumnya yang membagi kereta api menjadi kereta api kelas ekonomi, kereta api kelas bisnis, kereta api kelas eksekutif, dan kereta api kelas campuran, Kereta Api Malabar masuk dalam klasifikasi kereta api kelas campuran dengan tiga kelas sekaligus. Pada umumnya kereta api kelas campuran hanya terdiri atas dua kelas saja. Biasanya KA Malabar ditarik oleh lokomotif CC 206 dengan formasi 2 kereta bagasi, 2 kereta kelas ekonomi, 2 kereta kelas bisnis, 1 kereta makan dan pembangkit kelas bisnis, dan 3 kereta kelas eksekutif.

Kereta Api Malabar dioperasikan oleh Daop II Bandung dan Daop VIII Surabaya yang melalui lintas selatan Jawa Timur (Blitar, Tulungagung, Kediri). Kereta api ini diberangkatkan dari Stasiun Malang pada pukul 16.00 WIB (selisih lima menit dari keberangkatan KA Tawang Alun tujuan Banyuwangi) dan pukul 15.45 WIB dari Stasiun Bandung.

Jarak tempuh total dari kereta api ini adalah 779 km dan ditempuh dalam waktu enam belas jam perjalanan. Saat ini, seluruh rangkaian KA Malabar sudah menggunakan AC. Tarifnya dipatok mulai Rp250.000,00 untuk kelas ekonomi, Rp 345.000 untuk kelas bisnis, dan Rp465.000,00 untuk kelas eksekutif.

Nama dari KA Malabar sendiri diambil dari nama sebuah gunung di selatan Kabupaten Bandung. Gunung tersebut bernama Gunung Malabar yang memiliki tinggi sekitar 2.343 mdpl. Namun ada juga sumber lain yang mengatakan bahwa nama Malabar adalah kependekan dari relasi kereta api ini yaitu Malang-Bandung Raya. (ldr)

Sumber gambar: id.wikipedia.org

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: