KA Bandara Soekarno-Hatta Sepi Okupansi

Ilustrasi KA Bandara. (Bisnisjakarta.co.id)

Thecocopost.id-JAKARTA. Semenjak dioperasikan pada awal tahun 2018 lalu, okupansi kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta masih tergolong sepi. Okupansi KA ini tidak pernah lebih dari 50%.

Pengoperasian KA Bandara ini masih belum optimal karena okupansinya yang rendah. Salah satu contohnya di Stasiun Sudirman Baru, okupansi KA Bandara baru 30% saja.

Salah satu tantangan PT Railink (operator KA Bandara) dalam peningkatan okupansi ini adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang akan menuju bandara. Mayoritas, mereka masih mengandalkan transportasi jalan raya.

Oleh sebab itu, PT Railink membutuhkan integrasi dengan moda transportai yang sudah ada. Misalnya, mengintegrasikan KA Bandara dengan KRL Commuter Line dan Skytrain milik PT Angkasa Pura (AP) II yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, mengingat KA Bandara ini selalu bersinggungan dengan kedua moda transportasi itu. Selain itu, bisa juga diintegrasikan dengan bus yang mengantar penumpang dari Stasiun Gambir dan Terminal Blok M.

Pengintegrasian moda-moda transportasi ini dinilai mampu meningkatkan okupansi KA Bandara. Sehingga, saat ini PT Railink sedang memulai kerjasama dengan salah satu moda transportasi berbasis aplikasi (masih dirahasiakan oleh pihak Railink).

Pendekatan lain juga akan ditempuh oleh Railink agar masyarakat tertarik menggunakan KA Bandara, yakni dengan menggunakan penawaran tarif khusus. Tarif khusus ini terdiri atas group booking dan tarif khusus penumpang yang rutin menggunakan KA Bandara.

Tarif khusus group booking ditawarkan untuk penumpang yang membeli tiket secara rombongan. Misalnya, jika pada umumnya tarif KA Bandara dari Stasiun BNI City adalah Rp70.000,00 per orang, maka jika dipesan secara rombongan (minimal 3 orang), tarifnya bisa lebih murah menjadi Rp60.000,00 per orang. Tarif group booking ini juga akan semakin murah apabila jumlah rombongan yang memesan tiket semakin banyak. Tarif khusus ini akan diberlakukan di seluruh stasiun Railink tujuan bandara.

Untuk tarif khusus bagi penumpang yang rutin menggunakan KA Bandara, tarif ini akan ditawarkan untuk pengguna KA Bandara yang sudah menumpang KA Bandara sebanyak 8 kali tiap bulannya. Penumpang akan diberikan potongan harga khusus tiap melakukan perjalanan. Hanya saja, Railink masih belum menargetkan berapa target okupansi hingga akhir tahun ini. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: