Jepang Krisis Mentimun, Perubahan Iklim Jadi Penyebabnya

(Sehatalami.co)

Thecocopost.id-TOKYO, JEPANG. Perubahan cuaca yang sangat mencolok menjadikan pasar sayur di Jepang menjadi yang terburuk sejak 60 tahun terakhir. Menurut beberapa media, hal ini menyebabkan harga sayur di Jepang naik hingga 70%.

Saat ini, cuaca berawan dan suhu dingin terjadi di Jepang. Tokyo, ibukota Jepang pun hanya mendapatkan cahaya matahari kurang dari tiga jam selama dua puluh hari sejak 16 Juli 2019. Ini merupakan yang terendah sejak badan meteorologi Jepang mengumpulkan data pada 1961.

Intensitas cahaya matahari yang rendah berdampak pada pertanian Jepang. Salah satunya pada komoditas mentimun. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, harga mentimun naik hingga 70%, sementara sayuran lain membukukan kenaikan dua digit di pasar pusat grosir Tokyo.

Meskipun begitu, tidak semua komoditas sayuran terdampak. Harga sayuran seperti bawang merah, lobak putih, dan wortel justru turun. Ini dikarenakan di Hokkaido, daerah sentra penghasil ketiga komoditas itu menikmati intensitas sinar matahari yang normal.

Cuaca dingin dan hujan yang melanda Jepang disebabkan anti-siklon Laut Okhotsk di lepas pantai timur Rusia yang mendorong udara dingin dan lembab ke sebagian wilayah Jepang.

(ldr)

Hits: 2

Bagikan:

Lugas Destra Rumpakaadi

Hanya seorang mahasiswa dan penulis lepas. Hobi baca, foto, jalan-jalan random demi kalian semua yang kangen tulisanku.

Tinggalkan Balasan