Jadwal Kereta Api di Stasiun Malang Kacau

Thecocopost.id-Malang. Sejumlah jadwal kereta api yang diberangkatkan dari Stasiun Malang kacau pada Sabtu (7/4) kemarin. Kekacauan jadwal kereta api yang terjadi ini adalah imbas dari kecelakaan Kereta Api Sancaka yang terjadi di Ngawi pada Jumat (6/4) malam.

Stasiun Malang sendiri memberangkatkan setidaknya enam kereta api untuk tujuan Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Keenam kereta api tersebut adalah Kereta Api Gajayana (relasi Malang-Gambir), Kereta Api Matarmaja (relasi Malang-Pasar Senen), Kereta Api Bima (relasi Malang-Gambir), Kereta Api Malabar (relasi Malang-Bandung), Kereta Api Malioboro Ekspres (relasi Malang-Yogyakarta), dan Kereta Api Mutiara Selatan (relasi Malang-Bandung). Keterlambatan perjalanan pada keenam kereta api tersebut tidak tanggung-tanggung, yaitu selama 2-8 jam.

Tercatat pada hari Sabtu (7/4) kemarin, Kereta Api Gajayana relasi Malang-Gambir terlambat berangkat 3,5 jam dari jadwal. Umumnya, Kereta Api Gajayana berangkat pukul 13.30 WIB tetapi karena insiden di Ngawi, kereta api baru diberangkatkan pada pukul 18.00 WIB. Selain Kereta Api Gajayana yang terlambat berangkat, tercatat Kereta Api Malioboro terlambat memasuki Stasiun Malang selama 6 jam, Kereta Api Malabar 2 jam, dan Kereta Api Gajayana selama 5 jam. Bahkan, jadwal Kereta Api Mutiara Selatan dan Bima justru dibatalkan karena hanya bisa mencapai Stasiun Surabaya Gubeng dan tidak bisa melintas jalur selatan.

Akibat pembatalan tersebut, pihak Stasiun Malang menawarkan penggantian pembatalan sebesar 100% kepada calon penumpang kedua kereta api tersebut atau penumpang dapat menunggu pemberangkatan Kereta Api Gajayana. Dari kedua pilihan tersebut, rupanya banyak penumpang yang memilih untuk menunggu dibandingkan mengembalikan tiketnya. Mardiono, Wakil Kepala Stasiun Malang (dikutip dari harian Jawa Pos) menyebutkan, hanya 10% dari keseluruhan penumpang yang menuju Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta yang mengembalikan tiketnya, sedangkan sisanya memilih untuk menunggu. (ldr)

Sumber gambar: Wikipedia Indonesia

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: