Jadwal Hidup Pagi

Terasa berat untuk menghirup udara pagi ini
Buta dan setiap hirup menjadi berat untuk dijalani
Kadang awan masih malu untuk sembunyi dari persembunyian
Gagak masih bisa mengeluarkan suara yang masih terkekang masa masa itu

Fatwa untuk bergerak itu mudah
Namun semakin berat dengan rasa sewaktu
Gerak demi gerak itu menjadi percobaan
Udara pagi ini memang sangat sadis untuk membebat luka

Kebiasaan memang menjadi ciri khas atas dengkuran malam
Kini pegal terasa untuk menikmati waktu yang tersisa
Dalam diri tersumat segala bumbu yang masih hangat
Perapian yang melanda laksana sore yang menghadang

Sang matahari sudah iri untuk tetap menjulang
Sudahlah aku akhiri dan mulai menapaki kehidupan baru
Mati atau hidup berlari atau berjalan ditengah terik matahari Mahsyar
Tatkala embun masih polos hilang terkena api curang

(ans)

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: