Intermezzo: Pengalaman Dinas Masinis KAI

Foto: GERI Oktaviantoro Raharjo (27), asisten masinis kereta api, menceritakan tugas, tanggung jawab, dan pengalamannya terutama di musim libur Lebaran dan Ramadan seperti saat ini. (Kompas.com/Setyo Adi)

Thecocopost.id-Jakarta. Masinis adalah seorang yang bertanggung jawab dalam perjalanan sebuah kereta api. Namun, siapa sangka profesi yang satu ini memiliki pengalaman-pengalaman yang unik dari pelakunya.

Dikutip dari laman Wartakotalive.com, seorang masinis bernama Ilfan Affandi (26) memberikan pengalamannya ketika rangkaian KA ditabrak kendaraan lain atau orang yang melintas.

“Namanya tempered, ditabrak, bukan menabrak. Kan KA sudah ada jalurnya. Yang sering keliru ini ya anggapan jika kereta yang menabrak orang ataupun kendaraan.” Terang Affandi seperti dilansir dari laman Wartakotalive.com.

Ia menceritakan saat pertama kali berurusan dengan korban tabrakan KA. Dia selalu memikirkan orang itu.

“Awalnya kepikiran. Gimana kondisinya orangnya, mikir apa orang itu, tapi lama-lama ya harus jalan terus, sesuai tugas.” Ucap Affandi dilansir dari laman Wartakotalive.com.

Selanjutnya, Affandi menceritakan SOP ketika KA menemui hambatan seperti tabrakan.

Yang pertama, masinis harus menghentikan kereta untuk mememeriksa kerusakan kereta dan melihat kondisi korban. Pengecekan tidak perlu waktu lama karena masinis harus tetap melanjutkan perjalanan.

Di stasiun selanjutnya, masinis melapor kejadian itu. Pihak stasiun akan membuat berita acara sementara KA melanjutkan perjalanan. Untuk korban akan diurus kepolisian setempat.

Seorang asisten masinis bernama Geri Oktaviantoro Raharjo (27) yang ditemui Kompas.com mengatakan jika ia beruntung belum mengalami peristiwa tabrakan selama bekerja.

Selain harus menghadapi risiko tabrakan ketika bekerja, baik Gery dan Affandi menghadapi risiko medan perjalanan. Di beberapa tempat, selalu ada tempat yang membuat bulu kuduk berdiri saat melintasinya.

Kebetulan, kedua masinis (Gery dan Affandi) ini sering didinaskan pada malam hari untuk rute Jakarta-Cirebon. Mereka bercerita jika ada satu lokasi di lintasan yang membuat mereka bergidik ketika melewatinya.

“Kalau lewat Stasiun Kaliwedi sebenarnya kami pilih tutup mata saja,” kata Gery.

Stasiun Kaliwedi adalah stasiun kelas III/kecil yang terletak di Cirebon. Stasiun ini sudah tidak difungsikan sejak tahun 2002.

Alasan Gery tidak mau melewati lokasi itu terlalu lama adalah karena banyaknya cerita mengenai stasiun tersebut.

“Sudah lama tidak beroperasi. Tapi syukurlah belum lihat hal aneh-aneh selama ini,” kata Affandi.

Pada Lebaran 2018 ini, Affandi dan Gery adalah masinis dan asisten masinis yang disiagakan oleh PT KAI. (ldr)

(Artikel ini juga ditayangkan di laman Kompas.com dengan judul “Cerita Masinis KAI, dari Tabrakan hingga Melintasi Tempat Angker”)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: