INKA Buka Pabrik Kereta Api Khusus Ekspor di Banyuwangi

Thecocopost.id-Kabupaten Banyuwangi. PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) mengadakan kunjungan ke Banyuwangi. Kunjungan PT INKA ini dalam rangka mematangkan pembangunan pabrik kereta api terintegrasi yang akan dibangun di Banyuwangi pada Senin (7/5) kemarin.

Rencananya, peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada bulan Agustus 2018. Sebelum menjalankan groundbreaking ini, pihak PT INKA sedang mempersiapkan lahan untuk lokasi pabrik kereta api ini. Lahan yang dipakai oleh PT INKA saat ini sedang dalam proses penuntasan di Kementerian BUMN. Hal ini karena lahan yang dipakai adalah milik PT Perkebunan Nusantara (Persero) salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perkebunan.

Pabrik PT INKA di Banyuwangi rencananya akan berdiri di atas lahan berukuran 72 hektar dan tercatat sebagai pabrik kereta api kedua di Indonesia yang mengekspor produknya ke berbagai negara. Pembangunan pabrik kereta api ini kemungkinan besar membutuhkan waktu satu tahun. Diharapkan, pabrik ini sudah dapat memulai operasinya pada Agustus 2019 mendatang.

Pihak PT INKA menjelaskan, pabrik kereta api yang dibangun di Banyuwangi ini akan dikhususkan untuk pembuatan kereta api ekspor. Hal itu karena banyaknya pesanan kereta api yang diterima PT INKA terutama di wilayah Asia. Pemilihan tempat di Banyuwangi ini dikarenakan tempatnya yang strategis dan dekat dengan akses jaringan laut.

Pada tahun 2018 ini, PT INKA sedang memproses pesanan sejumlah negara di Asia diantaranya Bangladesh, FIlipina, dan Sri Lanka. Bangladesh sendiri memesan setidaknya 250 kereta, sedangkan Filipina memesan Kereta Rel Diesel (KRD) senilai Rp127,3 miliar dan Sri Lanka memesan kereta senilai Rp400 miliar. Selain itu, ada pula Thailand yang juga memesan sejumlah kereta di PT INKA yang saat ini masih dalam proses negoisasi. Banyaknya pesanan dari negara-negara tersebut yang mendorong PT INKA untuk membangun pabrik baru mengingat kebutuhan dari dalam negeri juga masih banyak.

PT INKA menargetkan pabrik di Banyuwangi memiliki kapasitas produksi dua kereta per hari, sama dengan kapasitas produksi pabrik di Madiun. Sehingga, dengan adanya dua pabrik yang beroperasi diproyeksikan produksi kereta api dapat meningkat menjadi empat kereta per hari.

Adanya pabrik kereta api di Banyuwangi diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja. PT INKA sendiri memperkirakan pabrik ini dapat menyerap hingga 1.000 tenaga kerja. Pemenuhan lapangan kerja ini akan dipenuhi dari sekolah-sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mendukung adanya pembangunan pabrik kereta api PT INKA di Banyuwangi. Dia menilai, pabrik tersebut akan menjadi bagian dari pergerakan sektor ekonomi domestik di Banyuwangi. Selain itu, Anas juga mendorong PT INKA untuk membangun pabrik berkonsep green industry dan mengusung arsitektur lokal. (ldr)

Foto: Kereta Api BBM Berangkat dari Stasiun Malang (oleh Lugas Destra Rumpakaadi untuk Thecocopost.id)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: