Humus Tanah Berbau

Ilustrasi tanaman dengan pupuk (99.co)

Memang saat ini aku tak mampu mengungkapkan rasa yang tak pernah hadir
Menjadi humus yang tak akan pernah kusadari
Menjadi tanah yang terlupakan di matamu yang jemu
Dasaran kita mengerti akan satu dan hadir dalam langkah yang tak kasat mata

Petikan dan gombalan memang tak sama dengan ritmemu yang menjolak ria
Kita berbeda tapi kau lebih asing dari api yang terbuang
Desiran pasir memang sangat nyata dan berapi – api
Kita berkicau dengan riang nan santai

Kalimat yang tak bisa digapai oleh orang yang tak sadar oleh omong kosong
Rugilah kita sebagai saksi bisu yang bisa melonglong
Dalam langkah ini aku hanya bisa menggerutu
Kita memang bergegas dan tak jelas dengan arahan yang tak tentu

Arahan yang tak lama menjadi jadi, kita menjadi dan menghinggapi jiwa kita
Besaran waktu dan segala upaya kuta adalah kesemuan belaka
Kita menemukan apa yang kita temukan
Dasar kita menjadi jadi dan membuat kita perih seperih garam

(ans)


Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

%d blogger menyukai ini: