Hati-Hati Kondisi Hipoglikemia Saat Puasa

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ilustrasi. (Muslim.okezone.com)

Thecocopost.id-MALANG. Selama melaksanakan ibadah Puasa, tubuh tidak akan mendapat asupan makan dan minum selama kurang lebih 12-14 jam. Dalam kondisi tersebut, ada baiknya anda mewaspadai gejala hipoglikemia.

Dr Ketut Suastika, seorang ahli endokrinologi mengatakan, hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang berada di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini kerap terjadi ketika bulan puasa.

“Dalam studi di 13 negara berpenduduk Muslim, kejadian hipoglikemia lebih besar terjadi saat puasa dibandingkan tidak puasa,” ujarnya.

Hipoglikemia selain terjadi saat bulan puasa juga serig terjadi pada penderita diabetes.

“Jarang ada hipoglikemia pada orang tanpa diabetes,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kondisi hipoglikemia pada penderita diabetes dalam keadaan darurat adalah kondisi kegawatan. Dalam jangka pendek, hipoglikemia dapat menyebabkan orang tidak sadarkan diri. Sementara dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit jantung jika terus-terusan terjadi.

Hipoglikemia biasanya ditandai dengan penurunan energi yang membuat jantung berdebar, tremor, gelisah, berkeringat, dan kesemutan. Pada kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan lesu secara tiba-tiba, lemas, kejang, koma, dan kematian apabila kadar gula darah terlalu rendah.

“Semakin rendah gula darah, semakin tinggi tingkat kematian,” terangnya.

Apabila anda menemukan orang terdekat mengalami gejala hipoglikemia, lakukanlah penanganan pertolongan pertama dengan memberi asupan karbohidrat untuk meningkatkan kadar gula darah.

Sementara itu, untuk penderita diabetes, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila akan memutuskan untuk menjalankan puasa.

(ldr)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lugas Destra Rumpakaadi

Hanya seorang mahasiswa dan penulis lepas. Hobi baca, foto, jalan-jalan random demi kalian semua yang kangen tulisanku.

Tinggalkan Balasan