Gubuk Jeruji Besi

Kadangkala kusapa tembok dengan kusut mukaku
Kadang menjadi awal yang sangat mendadak dengan kata mutiara
Sarang menjadi saksi bisu dan menjadi awalan serta akhiran abadi
Serta Merta adalah kata yang pantas untuk dipasang dalam hatiku

Otoriter dan kekolotan menyelimuti hari ini
Tanda bahwa kekanakan menjadi hal yang tak tergantikan
Hai para pembawa bencana apakah kau sadar
Namun aku sadar mereka hadir bukan tanpa tujuan

Sudah kusimpan saja sajak sajak yang tak bermakna
Sambil kusampingkan saja makna yang terucap dengan kata indah
Dengan jalanku aku menapaki dan menjadi coretan takdir
Jalan demi jalan itu berarti dan sangat bernilai

Tapi apakah kita mampu menghadapi atau lari?
Pertanyaan itu kejam untuk dilontarkan dari mulut anak biksu kecil
Lautan hanya menjadi gudang abadi akan penyimpanan abadi
Dan jalan masih panjang dilalui tanpa keluhan

(ans)

Airlangga Nala Siswanto

Seorang mahasiswa yang biasa aja dan seorang duafa di negeri yang bernama Jember, dan mungkin berprofesi sebagai Tukang Sunat di masa depan, Cinta akan kedamaian...lahir di negeri Osing Banyuwangi dan memiliki impian untuk berguna bagi orang lain....Cieee Apa iya?....Penulis ini memiliki citra humor walaupun banyak garingnya....maka dari itu hargai ya soalnya kasian....Hobi penulis ini adalah ngewibu, membaca, dan ke masjid....salam sukses dan salam baca, yang penasaran bisa ngemail ke :airlangganalas@gmail.com atau kalo mau stalking di Ig: airlanggasiswanto (jika follow minta aja follback pasti di follback...maksa banget yak) itu aja makasih yak Uda ngerelain mbaca biodata gua yang nggak penting ini

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: