Garuda Malang dan GKJW Adakan Ngobang, Ajak Pemuda Bersahabat dengan Sampah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kegiatan membuat Ecobrick setelah sesi buka puasa bersama di GKJW Sukun. (Lugas Destra R)

Thecocopost.id-MALANG. Gusdurian muda (Garuda) Malang, Komisi Pembinaan Pemuda dan Mahasiswa (KPPM) Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sukun, dan Komunitas Berbasis Mahasiswa (KBM) Malang Raya mengadakan acara Ngobrol Bareng (Ngobang) dalam rangka Safari Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan di GKJW Jemaat Sukun, Selasa (14/5/2019), pada pukul 16.30 WIB.

Rio Ardian, Koordinator Garuda Malang mengatakan, acara ini merupakan rangkaian acara tahunan yang diadakan oleh Garuda Malang selama bulan Ramadan. Tujuannya untuk menunggu waktu berbuka puasa, sambil berdialog dan berdiskusi mengenai isu-isu seperti perbedaan hingga pluralitas.

“Ini rentetan acara tahunan kami, biasanya kami Safari Ramadan ke Gereja, Pura, Kelenteng, Masjid. Biasanya, kami berdialog tentang interfaith atau perbedaan, bagaimana mencari kedamaian, dan kampanye tentang pluralitas. Khusus tahun ini kami fokus tema lingkungan,” katanya mengutip siaran pers Gkjw.or.id.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ngobang tahun ini membahas tentang isu lingkungan. Isu ini dipilih karena bukan hanya tanggung jawab aktivis lingkungan saja, tapi juga tanggung jawab seluruh umat manusia.

“Kita pilih isu ini karena ini adalah tanggung jawab seluruh umat manusia, bukan hanya aktivis lingkungan saja,” tambahnya, ketika ditemui oleh Journalist on Duty The Coco Post Indonesia, di tengah-tengah acara.

Mengambil isu lingkungan, Ngobang tahun ini menghadirkan tiga narasumber yang sudah aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan. Ketiga narasumber tersebut juga merupakan penggerak Garuda Malang. Ketiganya menyampaikan bahan diskusi mengenai pengenalan zero waste dan mengajarkan cara membuat ecobrick.

“Narasumbernya dari penggerak Garuda Malang juga. Kebetulan ketiganya fokus di organisasi kampus pecinta alam dan aktif di aliansi penyelamat cagar alam di Indonesia,” ujarnya.

Di awal acara Ngobang ini Lila Puspitaningrum, narasumber yang dihadirkan dalam acara ini, menyampaikan tentang pengenalan zero waste. Dia memaparkan data mengenai sampah plastik dan kemudian memberikan pengenalan mengenai gaya hidup zero waste yang tidak merusak lingkungan.

Kemudian, setelah sesi buka puasa bersama di ruang makan GKJW Jemaat Sukun, acara dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ecobrick. Ecobrick ini merupakan botol plastik bekas yang didalamnya diisi dengan sampah-sampah plastik. Sampah plastik ini kemudian dipadatkan di dalam botol plastik dan dapat dimanfaatkan untuk membuat perabotan seperti meja, meja laptop, dan sebagainya.

Lewat kegiatan yang dilakukan di GKJW Jemaat Sukun ini, Lila Puspitaningrum ingin memberikan pesan bahwa sampah bukan hal yang menjijikkan yang berakhir di tempat sampah atau di TPA. Tetapi, sampah bisa menghasilkan sesuatu yang bisa menolong manusia, salah satunya dengan cara dijual.

“Saya ingin menyampaikan ke orang-orang bahwa sampah itu bukan sesuatu yang menjijikkan, kemudian dibuang dan berakhir di TPA. Tapi, sampah ini bisa menghasilkan sesuatu yang bisa menolong manusia, misalnya dengan cara dijual,” kata Lila usai acara.

(ldr)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lugas Destra Rumpakaadi

Hanya seorang mahasiswa dan penulis lepas. Hobi baca, foto, jalan-jalan random demi kalian semua yang kangen tulisanku.

Tinggalkan Balasan