Gak Diapa-Apain, Kok Ngegas?

Setelah sehari sebelumnya terpapar isu salah satu maskapai milik negara yang membuat edaran dan memenjarakan si pengkritiknya. Esok harinya lagi-lagi terjadi insiden dalam perusahaan transportasi milik negara juga. Kali ini di atas kereta api.

Peristiwanya unik. Sempat diviralkan oleh beberapa akun para pecinta kereta api (Railfans). Seorang ibu-ibu memarahi kondektur di dalam sebuah kereta api. Lah, kenapa?

Singkat cerita begini, saat itu, seperti biasa kondektur tengah melakukan pengecekan tiket pada penumpang. Ini biasa dilakukan di kereta api dan sudah menjadi bagian standar operasional prosedur perusahaan. Ketika giliran ibu-ibu berbaju batik itu, suasana lantas jadi sedikit mencekam. Ibu itu marah-marah.

Menurut keterangan di beberapa media, kondektur itu meragukan tiket yang diberikan ibu itu. Tiketnya rusak, tintanya pudar sehingga sulit dibaca. Pastinya, dengan kondisi ini, kondektur akan memastikan dulu apakah benar ini tiket yang dibeli ibu itu sebelum naik kereta. Logikanya, tiket baru pasti tintanya tebal dan mudah dibaca. Beda dengan yang diberikan si ibu itu.

Kondektur menanyakan hal ini dengan baik-baik. Tiba-tiba tensi ibu itu meninggi. Kata-kata kasar dikeluarkannya. Sebelas dua belas dengan orang kesurupan. Tapi bedanya jin lebih terhormat karena tiap merasuki orang, dia tidak pernah berkata-kata kotor. Intinya, dia ngegas ketika ditanya perihal tiket oleh kondektur.

Meski begitu, saya salut dengan petugas yang tetap tenang menghadapi amarah ibu itu. Petugas kemudian melakukan verifikasi pada tiket yang dimiliki ibu itu. Sayangnya, sikap tak beretika dilanjutkannya. Bukannya bertanggung jawab, dirinya malah turun di Stasiun Serang. Seolah kabur dari pemeriksaan petugas. Lah? Udah ngegas, mesoh (berkata-kata kotor), kabur lagi.

Tapi, ya sudah lah saya positive thinking saja. Mungkin dia lagi habis obatnya.

(ldr)

Hits: 0

Bagikan:

Lugas Destra Rumpakaadi

Hanya seorang mahasiswa dan penulis lepas. Hobi baca, foto, jalan-jalan random demi kalian semua yang kangen tulisanku.

Tinggalkan Balasan