Fahutan UB

(MALANG), INDONESIA. Thecocopost.id– Saya termasuk orang yang biasa saja saat mengetahui kabar itu. Anda pasti bisa menebak dari gambarnya. Namun harus saya akui, membuka prodi kehutanan merupakan langkah yang sangat tepat bagi UB.

Brawijaya terkenal punya excellence di rumpun keilmuan agrikompleks. Cabang keilmuannya tersebar di 4 fakultas: pertanian, peternakan, perikanan, hingga teknologi pertanian. Tapi, Brawijaya memang tak selengkap “kakak dari Bogor” yang merupakan Crème de la crème agrikompleks Indonesia.

Itupun tak jadi soal. Toh reputasi Brawijaya termasuk yang top three di Indonesia. Urutannya IPB, UGM, lalu UB. Dibukanya prodi kehutanan pada tahun ajaran 2020 tentu memperteguh reputasi UB di bidang agrikompleks.

Terlebih Brawijaya punya aset strategis bernama UB Forest. Hutan pendidikan dengan luas 540 hektar di Karangploso. Jelas bahwa kehutanan Brawijaya punya strength positioning yang amat tinggi.

Tapi mohon diingat, jangan sampai pengembangan prodi kehutanan ini berorientasi pasar & populis semata. Kebijakannya harus selalu memprioritaskan standar mutu.

Mulai dari peningkatan dosen berpendidikan Doktor, research oriented, hingga kerjasama DuDi (Dunia Usaha-Dunia Industri). Kehutanan tidak boleh hanya berorientasi pada teaching.

Yang paling penting, jangan lagi ada overacceptance yang mengakibatkan rasio dosen : mahasiswa jadi jomplang. Strategi jangka pendek ini sangat merusak mutu.

Bahasa sederhananya: jangan berambisi “membangun ini-itu” tapi cuma mengandalkan UKT mahasiswa. Kreatiflah dalam mencari sumber pendanaan lewat paten penelitian atau kontrak kerjasama. Brawijaya kan punya nama.

Anyway, terlepas dari itu semua saya yakin prodi kehutanan yang masih nyantol dengan FP ini adalah embrio dari FAHUTAN (Fakultas Kehutanan) Universitas Brawijaya.

Harapan saya, 10 tahun lagi kehutanan UB sudah terakreditasi A dan memiliki akreditasi Internasional. Entah itu AUN-QA layaknya UNHAS atau SWST seperti IPB. Semoga ini bukan harapan yang muluk-muluk.

Tak lupa, kami dari The Coco Post Indonesia punya visi agar kelak bisa menyumbang gedung sentral fakultasnya.

Nanti akan kami namai Gedung COCO 🙂

(fi)


Helmuth von Moltke

A Preußen Feldmarschall

%d blogger menyukai ini: