(EDITORIAL) Dahulukan Kereta Api

Thecocopost.id-MALANG. Mungkin kita sudah tidak asing dengan judul yang saya jadikan judul dari editorial ini, “Dahulukan Kereta Api”. Bahkan, sudah banyak pihak yang terus menerus menyerukan hal ini kepada para pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api (KA). Ambillah contoh, Komunitas Edan Sepur Indonesia, salah satu komunitas pecinta KA ini adalah salah satu komunitas yang saya pantau sering melakukan kegiatan “Disiplin Perlintasan”. Jika anda butuh buktinya, silahkan cek di akun resmi Instagram mereka, @edansepurid. Apa tujuannya? Tidak lain memastikan anda, para pengguna jalan, sadar akan pentingnya mendahulukan perjalanan KA.

Belakangan ini sudah kita lihat bersama melalui media sosial tentang video viral yang menunjukkan seorang perempuan yang terjungkal akibat mencoba menerobos pintu perlintasan. Saya sendiri pertama kali melihat video ini di tab explore Instagram. Dalam video tersebut terlihat di sebuah pintu perlintasan yang sudah tertutup, banyak pengguna jalan yang nekat menerobos. Mungkin mereka berpikir KA masih jauh. Kemudian, seorang ibu nekat mengangkat pintu perlintasan untuk menerobos. Naas kepalanya tersangkut di pintu perlintasan dan akhirnya dia terjungkal dari motor. Lucu memang, tapi berbahaya. Ada baiknya, anda tidak meniru apa yang dilakukan oleh ibu ini.

Kelakuan ibu yang terjungkal ini bukan hanya menjadi fokus saya satu-satunya. Saya juga menyesalkan apa yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor lainnya yang masih nekat melintasi pintu perlintasan yang sudah tertutup. Selain membahayakan diri sendiri, menerobos pintu perlintasan juga melanggar undang-undang (UU).

Peraturan mengenai hal tersebut ada di UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 dan sanksinya ada dalam Pasal 296 yang berbunyi:

Pasal 114

Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan wajib:

a. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain;
b. mendahulukan kereta api; dan
c. memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Pasal 296

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Wah, seram juga, ya sanksinya. Tapi realitanya, masih banyak yang melanggar peraturan ini. Meski sudah jelas ada regulasi yang mengatur tentang perlintasan sebidang ini. Selain seram sanksinya, jumlah korban jiwa akibat tidak mengindahkan rambu-rambu di perlintasan sebidang juga tidak sedikit. Mengutip pemberitaan di Kontan.co.id saja, sepanjang 2013-2018 sudah ada 205 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang yang dijaga.

Dari contoh kasus di atas sekaligus paparan mengenai regulasi perlintasan sebidang, kita bisa mengambil pelajaran, bahwa aturan dan rambu-rambu lalu lintas masih belum cukup dalam menindak para pelanggarnya. Perlu adanya sanksi dan tindakan yang tegas dari aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti kasus-kasus serupa video viral kemarin. Menurut saya, lebih baik menindak para pelanggar, daripada harus ada banyak nyawa yang melayang akibat melanggar rambu-rambu di pintu perlintasan. Seperti pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati, dalam hal ini menindak pelanggar lebih baik daripada jatuh korban.

Perlu ada tindakan tegas dalam menindak para pelanggar rambu-rambu di pintu perlintasan. Lebih baik menindak daripada harus jatuh korban akibat melanggar rambu-rambu tersebut.

Lugas Destra Rumpakaadi-Editor in Chief The Coco Post Indonesia

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: