(EDITORIAL) Anda Adalah Prioritas Kami?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Thecocopost.id-MALANG, INDONESIA. “Anda adalah prioritas kami” sebuah visi yang mulia bukan? Setidaknya, kita sering menemukan kalimat tersebut tertera di beberapa tempat seperti stasiun dan kereta api. Ya, itu adalah visi milik perusahaan kereta api milik negara, PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Pernahkan terbesit pertanyaan, benarkah saat ini kalimat itu masih relevan dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan? Secara pribadi, saya kurang setuju. Saya menganggap kalimat tersebut sudah mulai kehilangan jiwanya. Mengapa demikian?

Pada hari Sabtu (8/6/2019) kemarin, mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Ignasius Jonan, melalui akun Instagram pribadinya membagikan beberapa foto. Foto yang sekiranya berkesan bagi para Railfans (penggemar kereta api). Dalam foto tersebut, Jonan membagikan kenangannya ketika masih menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaan kereta tersebut.

Meski sudah tidak menjabat sebagai Dirut sejak tahun 2014 silam, karena harus membantu Presiden Joko Widodo di kementerian, kolom komentar dibanjiri oleh warganet yang menginginkan dirinya kembali menjadi Dirut. Lho, kenapa? Bukannya selama kepemimpinan Edi Sukmoro, Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini banyak inovasi?

Setelah saya amati apa maunya warganet, saya paham mengapa mereka ingin Jonan kembali, pun juga hubungannya dengan judul editorial ini. Banyak inovasi, tapi mengganggu perjalanan kereta api reguler. Itulah kesimpulan yang saya berikan.

Saya ingat, di beberapa kesempatan, seperti diberitakan berbagai media di Indonesia, Jonan rajin melakukan sidak, pun juga Edi melakukan hal yang sama. Jonan sering ikut naik KA Reguler ketika melakukan inspeksi. Sebagai orang nomor satu dia tetap bayar biaya tiket untuk ikut sidak dengan KA Reguler. Alasannya, “Saya kan juga ikut menumpang, ya tetap harus bayar biaya jasanya,” katanya ketika diwawancara sebuah stasiun televisi swasta.

Bahkan, dirinya pernah “terciduk” kelelahan dan tidur di bangku kereta kelas ekonomi saat mengawasi masa angkutan Lebaran tahun 2014. Kelelahan karena melakukan inspeksi, namun tak menganggu perjalanan KA lain, bukan?

Itu Jonan, Edi Sukmoro berbeda lagi. Bahkan di kolom komentar foto yang dibagikan Jonan Sabtu kemarin, Jonan sedikit memberi sindiran ke Edi. “Pimpinan yang suka naik KA inspeksi tidak efektif”. Tidak efektif bagaimana? Tidak efektif karena, “Tidak bisa langsung merasakan apa yang dirasakan penumpang,” kata Jonan.

Belakangan diketahui Edi kerap melakukan inspeksi, tapi pakai kereta api inspeksi (KAIS). Bahkan di kepemimpinannya, jumlah KAIS malah ditambah jadi empat unit, padahal KAIS umumnya digunakan oleh para direksi. Itupun jumlahnya bisa dihitung jari.

Tak jarang, penggunaan KAIS ini malah menganggu jadwal kereta reguler. KA reguler mesti mengalah ketika KAIS lewat. Akibatnya terjadinya keterlambatan. Inipun disampaikan salah seorang warganet dalam kolom komentar akun Instagram Jonan. Mereka mengeluhkan perjalanan KA reguler yang terhambat akibat menunggu KAIS.

Melihat kasus di atas, masihkah visi “Anda adalah prioritas kami” masih memiliki jiwa? Masihkah kalimat itu bisa dirasakan? Saya rasa tidak. Ketika hal di lapangan menunjukkan fakta itu, mungkin harusnya visi diganti “Direksi adalah prioritas kami”. Mengapa? Karena faktanya KAIS yang mengangkut direksi mesti didahulukan, bukan KA reguler yang mengangkut penumpang.

Visi “Anda adalah Prioritas Kami” sudah tak bisa dirasakan apabila direksi masih tidak bisa memprioritaskan perjalanan KA Reguler.

Lugas Destra Rumpakaadi – Editor in Chief The Coco Post Indonesia

(ldr)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lugas Destra Rumpakaadi

Hanya seorang mahasiswa dan penulis lepas. Hobi baca, foto, jalan-jalan random demi kalian semua yang kangen tulisanku.

Tinggalkan Balasan