Dinilai Membahayakan, Perlintasan KA Liar di Blitar Akan Ditutup KAI

Foto: Petugas PT KAI Daop VII Madiun mengecek kondisi perlintasan sebidang liar di Blitar (surya.co.id)

Thecocopost.id-Blitar. PT KAI Daop VII Madiun akan menutup perlintasan sebidang liar di Garum, Kabupaten Blitar. Penutupan ini dilakukan karena membahayakan masyarakat sekitar.

Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, telah dilakukan sosialisasi kepada warga sekitar mengenai rencana penutupan ini. Selanjutnya, menunggu perizinan dari Dishub Kabupaten Blitar.

Lokasi perlintasan liar sebidang ini tidak jauh dari Stasiun Garum. Pada awalnya perlintasan ini adalah sebuah jalan setapak yang dibuat warga sekitar tanpa izin. Namun, lama-kelamaan perlintasan ini dilalui oleh kendaraan bermotor.

PT KAI juga baru saja menutup jalan setapak sebidang di Desa Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Jalan setapak ini ditutup menggunakan bantalan beton agar kendaraan tidak bisa melintas. Penutupan ini dilakukan agar tidak jatuh korban jiwa yang tertabrak kereta di wilayah tersebut.

Di semester I 2018 ini, menurut catatan PT KAI Daop VII Madiun, ada 26 orang meninggal tertabrak kereta api di perlintasan sebidang. Untuk itu, pihak PT KAI Daop VII juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat perlintasan sebidang secara liar karena dampaknya yang membahayakan.

Sebagai informasi, di wilayah kerja PT KAI Daop VII Madiun terdapat 310 perlintasan sebidang. Dari keseluruhan, baru 87 perlintasan yang telah berpintu, sedangkan 223 perlintasan lainnya belum berpintu. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: