Dampak Perubahan Gapeka Pada KAJJ di Kota Malang

Lugas Rumpakaadi

Thecocopost.id-MALANG, INDONESIA. Melihat judul di atas sepertinya mirip sebuah judul karya ilmiah, ya? Tapi, jangan khawatir, karena artikel ini akan diulas dengan bahasa santai yang pasti bisa dipahami oleh orang awam.

Pada kesempatan kali ini, tim riset perkeretaapian The Coco Post Indonesia mencoba mendalami dampak adanya Gapeka 2019 terhadap perjalanan KA Jarak Jauh di Kota Malang. Bagi yang jeli atau rumahnya dekat dengan rel KA, tentunya Anda sudah melihat beberapa perubahan waktu perjalanan KA hari Minggu (1/12/2019).

Ya, Gapeka 2019 memang sudah mulai diberlakukan per 1 Desember 2019. Salah satu dampaknya adalah perubahan jadwal perjalanan KA. Itu adalah salah satu indikator sebuah Gapeka mengalami perubahan.

Berdasarkan hasil riset The Coco Post Indonesia, perubahan Gapeka ini berdampak pada 2 KA yang pada awalnya diberangkatkan menuju Bandung dari Stasiun Malang. Kedua KA tersebut adalah KA Malabar dan KA Mutiara Selatan yang mengalami perpanjangan relasi dari Malang-Bandung menjadi Malang-Gambir.

Perpanjangan relasi tersebut tentunya juga mengubah jadwal kedatangan dan keberangkatan kedua KA tersebut dari Stasiun Malang. KA Malabar sendiri tiba di Stasiun Malang pada pukul 11.25 WIB (sebelumnya 07.05 WIB). Kemudian, diberangkatkan dari Malang pada 16.00 WIB (tidak berubah). Sementara, KA Mutiara Selatan tiba di Stasiun Malang pada 13.30 WIB (sebelumnya 09.38 WIB) dan diberangkatkan pada 17.00 WIB (sebelumnya 16.30 WIB).

Selain perpanjangan relasi pada kedua KA itu, ada pula KA baru yang nampaknya menghiasi jadwal KA di Kota Malang. KA tersebut diberi nama KA Songgoriti yang melayani relasi Malang-Surabaya Gubeng. Namanya mirip salah satu lokasi wisata di Kota Batu, bukan?

The Coco Post Indonesia masih belum memastikan apakah KA ini adalah KA khusus yang memang dikhususkan melayani rute tersebut. Atau, perpanjangan KA Jayakarta SGU-ML yang merupakan pendahulu dari KA Songgoriti. Namun, yang pasti untuk waktu keberangkatan dan kedatangan serta harga tiket masih sama dengan pendahulunya. Jadi bagaimana menurut pendapat Anda?

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: