Dampak Gempa Banten, LRT dan MRT Sempat Berhentikan Layanan

Thecocopost.id-JAKARTA, INDONESIA. Gempa yang mengguncang Banten dan sekitarnya dengan magnitudo 6,9 sempat membuat operasional Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta berhenti. Evakuasi juga dilakukan kepada seluruh penumpang dan calon penumpang yang masih berada di stasiun LRT.

Melisa Suciati, Communication Manager PT LRT Jakarta mengatakan, ketika terjadi gempa operasional LRT dihentikan selama kurang lebih dua jam. Terhitung sejak pukul 19.06 WIB hingga 20.50 WIB.

Tak hanya memberhentikan layanan kereta, LRT Jakarta juga melakukan evakuasi kepada penumpang dan calon penumpang. Evakuasi dilakukan dengan memastikan seluruh penumpang kereta dan calon penumpang yang berada di stasiun untuk segera turun melalui jalur yang telah disediakan dan berada di tempat aman.

Tidak hanya penumpang dan calon penumpang, koordinasi evakuasi juga dilakukan kepada semua staf. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh staf aman dan selamat.

Sembari memantau perkembangan informasi pasca gempa dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai adanya kemungkinan gempa susulan atau tidak, LRT Jakarta mengecek semua fasilitas. Mulai dari rel, fasilitas di dalam kereta, dan fasilitas lainnya yang berada di stasiun LRT. Menurut hasil pengecekan, semua dinyatakan aman dan tidak ada kerusakan yang parah.

Gempa bumi dengan magnitudo 6,9 SR yang terjadi di Banten Jumat (2/8/2019) malam pukul 19.03 WIB yang juga dirasakan juga warga Ibu Kota ini juga sempat membuat Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dihentikan operasionalnya..

Muhamad Kamaludin, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta mengatakan, getaran gempa yang dirasakan cukup kencang itu sempat membuat operasional MRT Jakarta dihentikan selama 10 menit 43 detik. Penghentian operasional ini dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dari PT MRT Jakarta.

Akibat adanya gempa itu operasional MRT Jakarta sempat mengalami keterlambatan di beberapa stasiun. Namun, operasional berangsur pulih dan kembali normal.

Seusai operasi MRT berjalan normal, tim MRT Jakarta terus melakukan pemeriksaan demi memastikan kondisi stasiun dan fasilitas MRT Jakarta. Pemeriksaan dilakukan tidak hanya pada infrastruktur layang (elevated) saja namun juga pada infrastruktur bawah tanah.

MRT Jakarta memang memiliki infrastruktur bawah tanah, di antaranya di Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

Hingga pukul 4 dini hari, Sabtu (3/8/2019), pengecekan telah selesai dilakukan. Menurut pantauan Operation Control Center (OCC) terhadap fasilitas MRT saat ini, seluruh infrastruktur dari stasiun hingga rel dalam kondisi normal.

Hingga Sabtu (3/8/2019) pagi, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh pihak terkait, seluruh infrastruktur dalam keadaan yang baik. Bahkan, Ratangga (nama kereta MRT Jakarta) telah beroperasi dengan normal sesuai jadwal.

Terbitkan SOP Ketika Terjadi Gempa

Pasca gempa yang mengguncang Banten dan sekitarnya, PT MRT Jakarta mengeluarkan imbauan berupa Panduan menghadapi gempa bumi untuk masyarakat ketika berada dalam kondisi menggunakan Moda Raya Terpadu (MRT) saat terjadi gempa.

Imbauan tersebut di antaranya, bagi penumpang yang berada di Stasiun MRT Jakarta diimbau untuk berlindung di tempat aman hingga guncangan berhenti. Sementara, untuk penumpang yang berada di kereta, diimbau untuk berpegangan pada handrail (pegangan di dalam kereta) hingga guncangan berhenti.

Selanjutnya, MRT Jakarta akan memberhentikan kereta saat terjadi gempa bumi hingga guncangan berhenti dan membuat pengumuman kepada penumpang.

Usai guncangan berhenti penumpang yang berada di Stasiun MRT Jakarta diharapkan untuk mengikuti arahan petugas di stasiun dan menuju titik berkumpul yang ada di luar stasiun.

Penumpang yang berada di dalam kereta dihimbau untuk tenang, tidak melalukan tindakan gegabah dan tetap berada di dalam kereta. Petugas di dalam kereta juga akan membuat pengumuman lewat radio kereta.

Setelah guncangan berhenti, kereta akan melanjutkan perjalanan dengan kecepatan lebih rendah menuju stasiun berikutnya.

Informasi lebih lengkap dapat diakses pada akun media sosial PT MRT Jakarta yaitu Facebook, Twitter, dan Instagram.

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: