Dalam Sehari, KA Bandara Layani 68 Perjalanan

Thecocopost.id-JAKARTA, INDONESIA. Semenjak dibukanya rute baru Kereta Api Bandar Udara (KA Bandara) pada Sabtu (5/10/2019) lalu, kereta ini melayani setidaknya 68 perjalanan dalam sehari. Hal ini diungkapkan oleh Vice President Commercial PT Railink Fitri Kusumo.

Dari 68 perjalanan, sebanyak 34 perjalanan berasal dari Stasiun Manggarai ke Bandara Soekarno Hatta. Sementara 34 perjalanan lainnya berasal dari Bandara Soekarno Hatta menuju ke Stasiun Manggarai.

Layanan KA Bandara tersebut memulai perjalanannya dari Stasiun Manggarai pada pukul 05.10-21.40 WIB. Sementara dari Bandara Soekarno Hatta, perjalanan KA Bandara dimulai pada pukul 06.07-22.37 WIB. Waktu headway atau jarak pemberangkatan KA Bandara dari kedua stasiun pemberangkatan adalah 30 menit.

KA Bandara yang membawa 6 rangkaian dengan kapasitas 272 tempat tiap satu kali pemberangkatan ini menunjukkan tren positif sejak dioperasikan pada hari Sabtu lalu. Ini dikarenakan karena adanya penambahan jumlah penumpang sejak KA Bandara diperpanjang rutenya hingga Stasiun Manggarai.

Sebelumnya, KA Bandara yang telah beroperasi sejak 2017 ini hanya melayani penumpang dari Stasiun BNI City hingga Bandara Soekarno Hatta. Pada Sabtu lalu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan perpanjangan KA Bandara hingga Stasiun Manggarai. Meski demikian, KA Bandara tetap melayani naik-turun penumpang dari Stasiun BNI City, Duri, dan Batu Ceper.

Perpanjangan ini dilakukan menyusul rencana pemerintah untuk menjadikan Stasiun Manggarai sebagai central station yang melayani semua jenis kereta. Namun, rencana ini menimbulkan pro dan kontra mengingat banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum rencana ini terealisasi.

Imbas dari perpanjangan ini adalah ditutupnya layanan KA Bandara dari Stasiun Bekasi pada 8 September 2019. Warga Bekasi kini harus menuju ke Stasiun Manggarai dengan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) sebelum bisa menggunakan layanan KA Bandara.

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: