Ciuman buat Prussia

Sudah hampir dua jam Frederick menunggu. Lama sekali. Beruntung ia berada di rumah Elisabeth yang merupakan estate. Selama menunggu ia melatih kalimat yang ingin diucapkannya. Frederick terkenal gampang gugup dihadapan perempuan.

Dari kejauhan terdengar kereta kuda datang. Tentu itu adalah Elisabeth yang pulang setelah menyaksikan opera. Benarlah dugaan Frederick. Tapi lagi-lagi, Frederick tampak gugup. Ia hanya bisa memandanginya dari jauh.

Setelah proses penurunan penumpang selesai, barulah Frederick mendekat. Ia ketok pintu rumah Elisabeth yang besar. 5 kali tidak ada jawaban. “Mungkin sudah capek. Apa besok saja ya?” begitu pikirnya. Ketika hendak membalikkan badan barulah pintu itu dibuka.

“Halo nyonya, ehm… apakah anda mengenal saya?” tanya Frederick dengan gugup. Awalnya Elisabeth tampak asing. Tiba-tiba… “Frederick!” Yup, mereka lalu berpelukan.

Dipersilahkanlah Frederick masuk. Dijamu, berbincang-bincang, bahkan hampir saja mereka berhubungan badan malam itu. Kelanjutannya, seperti yang bisa ditebak, Frederick menghabiskan beberapa minggu di Bavern.

Kemana-mana ia selalu mendampingi Elisabeth. Mereka berdua senang sekali. Setelah menjalin hubungan selama 4 tahun baru kali ini bisa bertemu secara fisik. Sampai tiba akhir pekan, Frederick melamar Elisabeth. Dan, begitulah kisah cinta Frederick The Great of Prussia.

Manis, romantis & bergairah. Bahagiakah pernikahan mereka? Sayangnya tidak.

Lho, ada apa? Jawaban buat lain waktu.

(fmi)

Fadel M. Irfan

Jurnalis pertanian yang sangat senang sejarah.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: