CCCD

Ini bukan ejekan yang sering diterima pemain gim online saat mainnya jelek.

Bukan. CCCD bukan singkatan cacat. Keliru anda.

Ini adalah akronim sebuah proyek. Yang didanai langsung oleh UNDP. Tujuannya menyasar pada pemulihan DAS (Daerah Aliran Sungai). Yang dilandasi oleh Konvensi Rio.

Area kerjanya berada di seluruh dunia. Khususnya negara berkembang. Termasuk Indonesia.

CCCD adalah Cross Cutting Capacity Development.

Disinilah saya magang sehari-hari. Dan kemarin adalah hari terakhir saya. Selesai sudah. Lega betul rasanya. Tidak ada rekoso-rekosoan lagi. Tinggal ujian magang dan penelitian.

Penugasan terakhir adalah menjaga stan. CCCD mengikuti gelaran Malang Expo dalam rangka HUT Kab. Malang yang diadakan di Stadion Kanjuruhan. Gelaran ini diadakan selama 5 hari. Dari 4 – 8 September 2019.

Isi stan itu adalah produk unggulan dari 7 kelompok binaan CCCD di Desa Bambang & Bringin. Saya bertanggungjawab pada produk Bambang. Produknya meliputi ceriping, talas dan tiwul. Sederhana memang. Untung tampilannya berhasil saya buat menarik.

Di Indonesia CCCD terbagi dalam dua wilayah kerja. Lampung & Malang. Tentu saya ditempatkan yang di Malang.

Proyek CCCD ini melibatkan banyak sekali instansi. Bisa begitu karena program yang akan diaplikasikan di lapangan memang lintas sektoral. Menyeluruh dan terintegrasi.

Apapun harus dilakukan. Demi konservasi. Termasuk harus rapat bertele-tele. Yang saya dibuat uring-uringan. Rapatnya terlalu lama tapi hanya menghasilkan sedikit keputusan. Ampun-ampun. Khas birokrasi Indonesia.

Pengelola utama proyek CCCD Indonesia adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sedangkan di lapangan berada dibawah naungan BPDASHL (Badan Pengelola DAS & Hutan Lindung).

Anda bisa mengunjungi Sumberbulu Bagian 1 untuk mengetahui alurnya dari awal.

Jadi:

Kegiatan magang yang telah saya lakukan selama 2 bulan ini bertempat di instansi BPDASHL. Yang penugasannya berada di Desa Bambang & Bringin. Dan penugasan itu berupa mengawal pelaksanaan program yang ada dalam proyek CCCD Jawa Timur.

Semoga anda tidak bingung.

(fmi)

Fadel M. Irfan

Seorang jurnalis pertanian. Yang juga sangat senang sejarah.

%d blogger menyukai ini: