Antisipasi Pemadaman Massal, MRT Akan Miliki Subsistem Listrik Tambahan

Thecocopost.id-JAKARTA, INDONESIA. Mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik massal seperti yang terjadi pada awal Agustus 2019, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan memiliki subsistem listrik tambahan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Subsistem listrik tambahan dari PLN ini nantinya akan digunakan untuk mengantisipasi terhentinya operasional MRT akibat dari pemadaman listrik massal.

William Sabandar, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, pada Rabu (28/8/2019) lalu mengatakan bahwa PLN telah berkomitmen menambah listrik subsistem ketiga untuk operasional MRT.

Pembangkit listrik baru, yang rencananya sudah bisa digunakan pada bulan Oktober 2019 mendatang, dirancang berbeda dari dua subsistem yang saat ini sedang digunakan oleh MRT. Subsistem terbaru tersebut akan menggunakan sistem hot standby yang akan memungkinkan subsistem tersebut selalu aktif.

Dengan demikian, apabila terjadi pemadaman pada kedua subsistem yang digunakan MRT Jakarta saat ini, maka sumber listrik dari subsistem ketiga sudah bisa langsung digunakan.

Secara otomatis, apabila listrik selalu tersedia, maka operasional MRT tidak terhenti meski terjadi pemadaman listrik seperti yang terjadi di awal bulan ini.

Operasional MRT sempat terhenti akibat pemadaman listrik yang terjadi pada 4 Agustus 2019 lalu. Ini diakibatkan karena dua subsistem MRT mengalami gangguan di saat yang bersamaan.

Peristiwa ini mengakibatkan penurunan jumlah penumpang MRT Jakarta sebesar 13 persen pada bulan Agustus 2019 ini. Hingga 26 Agustus 2019, rata-raya penumpang yang menggunakan MRT hanya 80.018 orang per hari. Sementara pada bulan Juli, rata-rata penumpang MRT mencapai 93.165 orang per harinya.

Sebanyak 91 jadwal perjalanan MRT dibatalkan dan 3 ribu penumpang juga dievakuasi ketika listrik padam di tengah perjalanan MRT. Kereta MRT juga baru kembali beroperasi pada pukul 20.00 WIB ketika gangguan listrik telah kembali normal.

Tak berhenti di situ, dampak pemadaman listrik juga terasa hingga hari Jumat (9/8/2019). Di mana, jumlah penumpang MRT baru kembali normal menjadi hampir 100 ribu penumpang.

Untuk mencegah terjadinya kejadian serupa kembali terulang, MRT Jakarta bersama dengan PLN memutuskan untuk menyiapkan subsistem listrik ketiga. Dengan adanya penambahan subsistem baru ini, terhentinya operasional MRT Jakarta karena pemadaman listrik massal tidak akan kembali terjadi.

(ldr)

PLN sudah berkomitmen yaitu menambah pembangkit listrik subsistem ketiga untuk MRT.

William Sabandar, Dirut PT MRT Jakarta.

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: