Akhir Tahun, MRT Jakarta Diujicoba

MRT. (Okezone/Lidya)

Thecocopost.id-JAKARTA. PT MRT Jakarta akan mengujicoba operasional Mass Rapid Transit (MRT) tahap 1 di akhir tahun 2018. Hal ini menyusul kesiapan sarana dan prasarana proyek angkutan massal ini.

Saat ini kesiapan sarana dan prasaran MRT sudah mencapai 96,53%. Rel listrik, persinyalan, dan depo sudah terpasang.

Targetnya, MRT Jakarta akan dioperasikan bulan Maret 2019. Namun, pada Februari 2019, akan dilaksanakan ujicoba secara penuh.

Rute MRT Jakarta

Ilustrasi. (Detik.com)

Rute MRT Jakarta fase 1 memiliki panjang total 16,8 km dari Lebak Bulus hingga Bundara Hotel Indonesia (HI). Tarif yang diusulkan sebesar Rp8.500,00 per 10 km. Sekitar 130.000-170.000 penumpang per hari diharapkan dapat diangkut dengan angkutan MRT ini.

Setelah proyek tahap 1 selesai, MRT akan dilanjutkan dengan proyek lanjutan tahap 2 dengan rute Bundaran HI hingga Kampung Bandan. Total kebutuhan dana proyek diperkirakan mencapai Rp 22,5 triluin yang didapatkan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Pembiayaan ini mencakup proyek MRT fase 1 yang menelan biaya Rp 16 triliun.

Di fase 2, panjang jalur MRT akan lebih pendek, yakni 8,5 km, namun kebutuhan investasinya lebih mahal. Alasannya, jalur MRT fase 2 akan berada di bawah tanah. Setelah itu, MRT Jakarta juga berencana mengerjakan jalur dari Cikarang hingga Balaraja yang membelah Jakarta dari sisi timur ke sisi barat. Namun, proyek tersebut masih dalam proses studi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kereta Api, Kunci Akomodasi Kegiatan Ekonomi

Kereta MRT Jakarta pertama kali melintasi bentang spesial di atas tol JORR. (Viva.co.id)

Kereta api merupakan kunci mengakomodasi kegiatan ekonomi masyarakat yang semakin tinggi di berbagai wilayah. Sehingga diperlukan 3 hal yang harus menjadi perhatian khusus. Yang pertama, teknologi yang dinilai berkontribusi besar dalam penyediaan moda transportasi yang lebih efisien karena masyarakat tidak akan naik moda transportasi yang tidak menunjang mobilitas.

Kedua, mobilitas bukan hanya mobilitas manusia namun juga barang. Kebutuhan masyarakat terhadap barang dari berbagai wilayah terus meningkat. Sehingga, arus barang ini dituntut lebih efisien.

Ketiga, adanya sistem transportasi yang efisien akan mendorong industri dan masyarakat lebih kompetitif. Salah satunya dari ketepatan waktu. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: