74 Tahun PT KAI, Dari Perebutan Oleh Pemuda Hingga Modernisasi Layanan

Thecocopost.id-MALANG, INDONESIA. PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI), perusahaan plat merah milik negara ini kini menginjak usia 74. Tepat di usianya kini, perusahaan tersebut terus memberikan pelayanan terbaiknya kepada pelanggan setianya.

74 tahun yang lalu Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari tangan Jepang. Sejak saat itu, terbentuklah sebuah operator kereta api bernama Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI).

Per 1 Januari 1950, DKARI dan Staatsspoorwegen Verenigde Spoorwegbedjrif (SS/VS), sebuah operator swasta milik Belanda, dilebur menjadi Djawatan Kereta Api (DKA). Dari situlah kemudian perusahaan ini bertransformasi menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), dan Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka).

Sejak tahun 1999, Perumka mulai menunjukkan keterbukaannya dan berubah menjadi PT Kereta Api (Persero). Di tahun 2010, saat Ignasius Jonan menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut), perusahaan berubah nama menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Perjalanan perkeretaapian di Indonesia tidak bisa dikatakan mulus. Banyak permasalahan yang terjadi. Bahkan, perkeretaapian di Indonesia pernah mengalami masa-masa kelam. Saat itu, perjalanan kereta api banyak yang tidak tepat waktu, sarana-prasarana kacau, banyak terjadi tindak kejahatan di dalam kereta, dan masih banyak lagi. Bahkan, sebelum direformasi oleh Jonan, perusahaan mengalami kerugian hingga Rp83,5 miliar.

Pada periode 2009-2014, saat Jonan menjabat, banyak hal diubah dari wajah perkeretaapian di Indonesia. Melalui kepemimpinannya, Jonan mereformasi kereta api. Di masa ini, Jonan menerapkan beberapa aturan, seperti membatasi orang berada di stasiun dan melarang orang untuk merokok, mengamen, serta berdagang di kereta.

Tidak hanya itu, untuk memuaskan pelanggan, seluruh armada kereta dilengkapi pendingin ruangan (AC) bahkan hingga kelas ekonomi. Ditambah lagi pelanggan mulai diperkenalkan dengan sistem pemesanan tiket daring yang dapat dipesan sejak H-90 dan sistem boarding pass. Armada kereta api juga mulai tepat waktu, di beberapa daerah operasional (Daop) bahkan ketepatan waktu kereta api mencapai 98-99%.

Pasca dipimpin Jonan, PT KAI mendapatkan keuntungan hingga Rp560,7 miliar. Meski begitu, hingga kini PT KAI terus mencatatkan kondisi keuangan yang positif di bawah kepemimpinan Edi Sukmoro.

Di era kepemimpinan Edi Sukmoro, perkeretaapian di Indonesia mengalami masa digitalisasi. Era ini ditunjukkan dengan mulai adanya pelayanan kereta kesehatan pertama di Indonesia (RailClinic), mengembangkan aplikasi KAI Access untuk mempermudah pemesanan tiket, pembelian armada kereta baru, serta mengoperasikan KA Bandara. Hingga tahun 2017 saja, PT KAI telah mendapatkan laba hingga Rp1,71 triliun.

Saat ini, perkeretaapian Indonesia mulai memasuki era modernisasi pelayanan. Hal ini ditunjukkan dari mulai direaktivasinya jalur Cibatu-Garut, dibangunnya KA Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo, dan menyediakan fasilitas coworking space di sembilan stasiun besar.

Wajah perkeretaapian di Indonesia kini telah banyak berubah. Di usianya yang menginjak 74 tahun, PT KAI dituntut untuk terus berinovasi untuk memaksimalkan pelayanannya. Semoga, di usianya kini, PT KAI dapat terus memberikan pelayanan terbaiknya bagi para pelanggan.

Selamat ulang tahun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang ke-74.

(ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: