5,6 Juta Orang Gunakan KA Untuk Mudik dan Balik

Foto: Penumpang menunggu kereta api di Stasiun Malang (Thecocopost.id/Lugas Destra Rumpakaadi)

Thecocopost.id-Cilacap. Pengguna jasa angkutan KA meningkat selama arus mudik dan balik Lebaran 2018 dibandingkan dengan tahun lalu. Dirut PT KAI, Edi Sukmoro pada saat meninjau arus balik di Stasiun Kroya pada Senin (25/6) mengatakan, tercatat ada 5,6 juta masyarakat yang memanfaatkan KA sebagai alat transportasi untuk mudik dan balik Lebaran 2018.

“Jumlah ini meningkat 6 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, jumlah penumpang KA sekitar 5.3 juta orang,” kata Edi, dikutip dari Republika.co.id.

Edi juga menambahkan, jumlah penumpang KA sejak akhir libur Lebaran hingga saat ini tercatat tinggi. Tingginya jumlah ini bisa dilihat dari KA yang berasal dari Jakarta yang menuju kota-kota di Jateng dan Jatim maupun sebaliknya yang masih terus dipadati penumpang. Kepadatan penumpang ini diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini.

Edi mengaku, pihaknya akan segera melakukan evaluasi di berbagai aspek, seperti piket pejabat PT KAI yang pada awalnya akan diberlakukan hingga Sellasa (26/6). Selama piket, pejabat PT KAI tidak diperkenankan cuti.

Selain itu, evaluasi juga akan dilakukan untuk operasional perjalanan KA tambahan Lebaran. Edi mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh KA tambahan ini apakah akan dilanjutkan pengoperasiannya hingga akhir Juni, atau hanya sebagiannya.

Untuk meningkatkan okupansi penumpang selama masa angkutan Lebaran, PT KAI sudah mengoperasikan setidaknya 40 KA tambahan Lebaran.

Masa angkutan Lebaran 2018 juga memiliki beberapa masalah yang dikeluhkan seperti sulitnya mendapatkan tiket selama masa arus mudik dan balik. Namun, Edi menyatakan hal itu tidak bisa dihindari lantaran terbatasnya tempat duduk dari KA yang dioperasikan.

Ke depannya, PT KAI akan terus berupaya meningkatkan okupansi KA dengan membeli ratusan kereta penumpang pada PT INKA.

“Kita sudah pesan 886 kereta dari PT INKA mulai kelas ekonomi hingga eksekutif,” kata Edi, dikutip dari Republika.co.id.

Rencananya pada tahun ini, dari 886 kereta yang diesan PT KAI, 438 kereta sudah bisa diterima dan sisanya akan diterima pada tahun 2019.

“Kita akan melakukan penggantian kereta yang berusia di atas 30 tahun, sebagian lagi untuk menambah okupansi penumpang dengan mengoperasikan rangkaian KA baru,” jelas Edi, dikutip dari Republika.co.id. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Penggemar kereta api yang suka sambat di Twitter.

error: Artikel Ini Dilindungi
%d blogger menyukai ini: