5 Hal Dari Masinis yang Tidak Banyak Diketahui

Foto: Masinis CC 203 13 12 SDT melambaikan tangan kepada warga yang menonton KA dari Viaduct sebelah utara Stasiun Malang (Thecocopost.id/Lugas Destra Rumpakaadi)

Thecocopost.id-Banyuwangi. Masinis adalah salah satu profesi yang berhubungan dengan perkeretaapian. Salah satu tugas masinis adalah bertanggung jawab atas penumpang dan rangkaian KA yang dijalankannya. Namun, banyak orang awam mengatakan jika profesi masinis hanya sekedar ‘ngegas’ dan ‘ngerem’ saja. Oleh sebab itu, Thecocopost.id merangkum 5 hal dari masinis yang tidak banyak diketahui orang.

Masinis Menjalani Pendidikan Khusus dan Militer

Meski kelihatannya profesi masinis hanya sebagai ‘driver’ dari KA, namun ternyata masinis harus menjalani pendidikan khusus dan militer sebelum bisa melaksanakan tugasnya.

Pendidikan khusus yang dijalani calon-calon masinis dilakukan di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) atau Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) yang ada di Yogyakarta (BPTT Darman Prasetyo), Bekasi (BPTP Sofyan Hadi), dan Palembang (Balai Diklat Ascep Sunarto). Pendidikan ini harus ditempuh oleh calon masinis selama kurang lebih 3 tahun. Dalam pendidikannya, calon masinis diberi pengetahuan seputar KA.

Setelah menempuh pendidikan, calon-calon masinis diarahkan magang di bagian perawatan KA (Dipo/Depot) kemudian diberi sertifikasi masinis.

Pada setiap tahapan pendidikan yang dilalui calon-calon masinis, terdapat pendidikan militer yang juga dilalui. Pendidikan militer ini bertujuan untuk membentuk mental masinis yang tahan banting.

Tidak Libur di Hari Raya

Tidak seperti pekerjaan pada umumnya yang memberikan cuti atau libur ketika hari raya, masinis tidak diliburkan pada saat hari raya. Mereka harus tetap bekerja untuk melayani penumpang yang mudik ke kampung halaman masing-masing.

Namun ternyata, disitulah letak kepuasan dari seorang masinis karena dapat melayani penumpang yang akan berkumpul bersama dengan keluarganya di kampung halaman.

Perlu 2.000 Jam Kerja Sebelum Resmi Menjadi Masinis

Setelah mendapatkan sertifikasi masinis ternyata ada tahapan yang masih harus dilalui. Sebelum dinyatakan siap mengoperasikan KA, calon-calon masinis masih harus memiliki pengalaman 2.000 jam kerja.

Pengalaman 2.000 jam kerja dapat diperoleh masinis dengan ikut perjalanan dinas menjadi seorang asisten masinis. Selama menempuh 2.000 jam kerja, seorang asisten masinis harus siap ditempatkan di seluruh kota yang terdapat kereta api baik di Jawa maupun Sumatera.

Setelah mendapatkan pengalaman 2.000 jam kerja atau sekitar 3 tahun, calon masinis baru akan disahkan menjadi seorang masinis.

Tidak Hanya ‘Gas’ dan ‘Rem’

Dibandingkan pekerjaan serupa seperti pilot yang menerbangkan pesawat atau sopir yang mengendarai bus, tugas seorang masinis bisa dikatakan jauh lebih mudah. Hal itu dikarenakan KA memiliki jalurnya sendiri dan masinis hanya perlu menaikkan atau menurunkan kecepatan KA saja.

Namun ternyata, hal tersebut tidak benar adanya. Seorang masinis harus mengetahui rambu-rambu (dalam istilah perkeretaapian disebut ‘Semboyan’), harus dapat memprediksi lama perjalanan (karena KA harus tiba tepat waktu), harus hafal stasiun yang dilalui dan hafal medan yang dilalui, dan hafal titik-titik pengereman.

KA memiliki sistem kendali yang unik, untuk melakukan pengereman saja diperlukan jarak sekitar 1 km. Masinis harus bisa memperkirakan bagaimana KA ini harus berada pada batas kecepatan yang ditentukan namun tidak merusak ‘kemulusan’ dari perjalanan KA.

Kapan Masinis Libur?

Untuk mengetahui hal ini, harus dilihat dari berapa jam dinas seorang masinis. Seorang masinis memiliki jam dinas antara 6-10 jam per harinya atau sekitar 2 kali perjalanan KA dalam 1 hari yang ditempuh dalam 3-5 jam di masing-masing perjalanan. Namun jika ada tugas dinas, seorang masinis bisa tidak pulang hingga 48 jam (2 hari). Untuk itu, biasanya di beberapa stasiun tempat pergantian kru, ditempatkan mess hingga rumah dinas sementara untuk tempat istirahat. Dengan tugas yang diberikan kepada masinis, mereka mendapatkan gaji sebesar Rp 9-12 juta per bulannya. (ldr)

Lugas Rumpakaadi

Suka kereta api. Penulis artikel kereta api.

%d blogger menyukai ini: